Air mengalir bergemericik, angin berburu spoi-spoi. Entah hari apa itu. Aku hanya duduk termenung didalam kelas. Tak seperti biasanya yang keluar bermain-main, justru malah berdiam diri di sudut ruang kelasku. Aku lupa ketika itu kelas berapa, yang pasti kejadian itu terjadi ketika aku duduk di bangku sekolah dasar. Seperti siswa yang lain, aku juga merupakan siswa yang bisa dikatakan gampang bergaul. Tapi ketika itu, aku tak ingin keluar kelas. Hanya ingin di dalam, sambil membaca atau bermain dengan buku-buku pelajaran. Ketika itu, mungkin aku sedang senang-senangnya mengikuti ekskul kaligrafi dan melukis. Karena memang hobi dan passionku ada di ekskul ini. Disana aku bertemu dengan seorang kakak, yang pintar sekali dalam hal kaligrafi dan melukis. Namanya Faizal, biasa aku panggil Mas Izal. Dia merupakan seniorku di ekskul melukis ini. Pada pertengahan tahun, aku dan Mas Izal mengikuti lomba tingkat kecamatan. Aku dari cabang lomba melukis, sedangkan Mas Izal dari cabang Ka...