Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Punya Sahabat Beda Tingkatan

Air mengalir bergemericik, angin berburu spoi-spoi. Entah hari apa itu. Aku hanya duduk termenung didalam kelas. Tak seperti biasanya yang keluar bermain-main, justru malah berdiam diri di sudut ruang kelasku. Aku lupa ketika itu kelas berapa, yang pasti kejadian itu terjadi ketika aku duduk di bangku sekolah dasar. Seperti siswa yang lain, aku juga merupakan siswa yang bisa dikatakan gampang bergaul. Tapi ketika itu, aku tak ingin keluar kelas. Hanya ingin di dalam, sambil membaca atau bermain dengan buku-buku pelajaran. Ketika itu, mungkin aku sedang senang-senangnya mengikuti ekskul kaligrafi dan melukis. Karena memang hobi dan passionku ada di ekskul ini. Disana aku bertemu dengan seorang kakak, yang pintar sekali dalam hal kaligrafi dan melukis. Namanya Faizal, biasa aku panggil Mas Izal. Dia merupakan seniorku di ekskul melukis ini. Pada pertengahan tahun, aku dan Mas Izal mengikuti lomba tingkat kecamatan. Aku dari cabang lomba melukis, sedangkan Mas Izal dari cabang Ka...

Batir SD Dolan Umahku!!!

Hari itu, merupakan hari yang tidak bersahabat. Hari yang tidak menunjukkan kehangatannya seperti hari-hari sebelumnya. Hari yang samar, mendung, tanpa sinar mentari. Semua terjadi pada hari itu. Rencana kelas yang akan membahagiakan dan menyenangkan. Karena kami sekelas akan bersilaturahmi ke rumah teman-teman kami, yaitu ke rumahku, rumah Iqbal, dan juga rumah Nasywa.  Aku diampiri oleh temanku yang bernama Abdan. Dia menunggu diluar. Kami akan menuju sekolah bersama dengan mengendarai sepeda. Kami tidak tau bahwa pagi itu akan turun hujan dengan derasnya. Ketika hujan turun, kami masih berada ditengah-tengah jalan persawahan, tidak ada rumah warga satupun disana. Alhasil, kamipun berputar arah, namun ketika berputar arah, rantai sepedaku putus :v Kok sial banget yah hari ini. Dan ketika hujannya sedang lebatnya, malah rantainya putus :v Bingung mau gimana, dibenerin, nggak jadi-jadi, di ontel nggak mungkin, dituntun adalah cara satu-satunya. Dan aku menuntun sepedanya ke ru...