Langsung ke konten utama

Gak Jadi Lomba Melukis

Pagi hari adalah masa dimana manusia merasakan kesegaran alam asri. Pada waktu ini juga, semua orang-orang memulai hari-harinya. Menerima kesegaran pagi itu dengan semangat diri dan selalu optimis dalam menghadapi hari-hari selanjutnya. Kicauan burung menambah kesan baik pada pagi itu. Gemericik air memekakkan telinga, dan riuh ramai kendaraan membuat mata terpana siapa yang memandang. Seperti itulah pagi yang selalu memberikan keceriaan dan kebahagiaan.

Setiap manusia pasti mengerti apa makna dari suasana pagi, maknanya yaitu supaya mereka dapat merasakan hangatnya mentari yang dapat memberi kekuatan batin bagi mereka yang merasakan. Dalam memberi arti hidup bisa dimulai dari memaknai pagi, pagi yang sangat dekat dengan hati dan pikiran kita. Pagi yang tercipta karena adanya malam.

Ketika aku sedang asyik mengikuti ekskul melukis, ternyata ada penunjukkan untuk mengikuti lomba melukis tingkat kecamatan mewakili sekolah. Dan sontak saja aku kaget, ternyata aku yang ditunjuk untuk mewakili sekolah. Kemudian ekskul melukis menjadi lebih intensif.

Lomba melukis ini merupakan Lomba FLS2N tingkat kecamatan untuk seluruh SD/MA Se-Kecamatan Sempor. Ketika hari-H tiba, aku udah siap pake banget untuk mengikuti lomba ini. Lomba yang diadakan di SDN 2 Bejiruyung ini, sangatlah ramai diikuti oleh peserta dari segala penjuru SD, tak terkecuali sekolahku, SD Islam Al-Hikmah Selokerto.

Namun kejadian tak menyenangkan terjadi secara spontan. Ternyata Cabang Lomba Melukis memiliki beberapa kriteria yang dijadikan satu. Jadi ketika itu ada Kakak kelas yang juga mewakili sekolahku namun dalam cabang lomba Kaligrafi. Ternyata Kaligrafi itu masuk ke Cabang Melukis, dan satu cabang melukis tiap sekolah hanya boleh mengirimkan perwakilan hanya satu orang. Dan aku harus mengalah terhadap kakak kelas itu. Karena lomba itu merupakan perjuangan terakhirnya. Sedangkan aku masih bisa lanjut di tahun depan. Namun itu keputusan panitia yang sangat tidak mengenakkan, tapi sekaligus moment terburuk yang takkan terlupakan ketika jaman SD waktu itu.. Heheeee....

#30

Komentar