Hari-hari dahulu, memang berjalan seperti begitu cepatnya. Tanpa kusadari hari-hari yang dulu pernah ada, hilang dengan perlahan dari memori-memori yang mulai sedikit kusam. Yaaa, memori akan hal itu, yaap dia adalah Yusi.
Yusi adalah seseorang yang bisa dikatakan jiwanya terganggu alias gila. Dia adalah orang gila kompleks daerah rumahku waktu itu. Hampir setiap hari, ia selalu nongol di pagi hari. Dia meminta sedikit nasi kepada keluarga kami, pertamanya ditentang tuh sama bapakku. Karena menurut beliau itu menggangu, juga kalo dikasih terus-terusan, nanti bakal lebih sering ke rumah kita terus. Akan tetapi Ibuku merasa iba dan kasihan melihat Yusi, karena menurutnya, kita juga masih memiliki persediaan makanan lebih, jadi kita berikan saja ke Yusi.
Tapi, benar yang bapakku bicarakan, dia kembali dan kembali lagi ke rumahku. Seperti biasa meminta sedikit makanan untuk dimakan. Ketika ia meminta makanan, kadang pernah sambil teriak-teriak, mbeker-mbeker, sampai seisi rumah menjadi ramai. Pernah juga suatu ketika dia nggrenyeng ( ngomong, nggak jelas ) ketika pagi-pagi, yang membuatku kaget. Aku kira itu adalah Ibu, ternyata ia adalah Yusi, karena memang suaranya samar-samar gitu dibalik pintu dapur.
Yusi juga pernah dimarahi oleh bapakku, karena memang dia susah dibilangin, disuruh pergi, malah nglunjak, malah ditatap-tatapin gitu muka Bapakku. Akhirnya mereka adu mulut. Tak berapa lama, akhirnya Si Yusipun pergi menjauh ke tengah sawah menjauhi kompleks rumahku.
Pernah Yusi sesekali menjadi lebih agresif kepada warga disana. hingga pada akhirnya, para warga berkumpul dan membahas, agar Yusi segera dipindahkan ke daerah lain, karena memang kehadiran Si Yusi ini, sangat mengganggu dan meresahkan warga disana. Hingga pada suatu saat, Si Yusi dibawa oleh warga disana, dengan diangkut menggunakan truk, dibawa ke Daerah Banyumas. Syukurlah, akhirnya sudah tidak ada lagi Yusi Yusi lainnya yang menggangu ketenangan warga kompleks rumahku itu.
#12
Komentar