Setiap manusia memiliki derajat keberuntungan masing-masing. Dewasa ini, banyak orang yang sudah berani unjuk gigi untuk bersaing dan melakukan kegiatan ekonomi. Mulai dari usaha yang bermodalkan kecil, hingga usaha yang bermodalkan besar. Semua itu dilakukan demi terciptanya keseimbangan ekonomi, juga untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.
Sejak kecil, aku sudah diberi pelajaran tentang bagaimana cara berjualan, cara mencari uang, bukan hanya teorinya saja, melainkan langsung turun ke lapangan. karena ketika aku SD, sekolahku selalu mengadakan event tahunan, yaitu bussiness day, yang diikuti oleh seluruh siswa/i dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sekalipun. Mereka turut andil dalam menjajakan produk masing-masing.
Ketika kegiatan seperti ini dilaksanakan, pastinya harus mempersiapkan sebaik-baiknya supaya kegiatan berjualan ini dapat menarik konsumen yang banyak. Kami mempersiapkan semua properti pendukung stand kami, di kelas kami. Semua sibuk dengan tugas masing-masing. Tak kenal lelah, dan selalu optimis supaya apa yang menjadi tujuan dan target bersama dapat tercapai dengan baik.
Setiap anak, boleh menitipkan produknya untuk dijual. Ada yang menjual es buah, jus, aksesoris, mainan, makanan ringan, makanan berat, keripik, sale, dan lain sebagainya. Ketika itu, aku ingin menitipkan produkku sendiri yaitu pigura kerdus yang telah dihias sedemikian rupa. Sehingga pigura ini sangatlah cantik dan cocok untuk diletakkan di ruang tamu, ataupun kamar tidur. Waktu itu aku mengirimkan sejumlah lima buah, kalo tidak salah. Dan harga persatuannya sebesar dua ribu rupiah. Pigura ini kuhias dengan kertas kado, dan berbagai macam pernak-pernik, sehingga cantik bagi siapa yang melihat dan meliriknya.
Ukuran dari bingkai ini cukup kecil, sehingga hanya foto dibawah 3R yang dapat dipasang di pigura itu. Namun selama seharian penuh, pigura yang aku titipkan, tidak terbeli alias masih utuh :v Bahkan tidak ada yang melirik sedikitpun ke produk buatanku ini. Dengan sangat kecewa, aku seharian tidak mendapatkan kabar baik dari seorang pembeli. Karena tidak ada seorangpun yang mau membeli pigura buatanku itu.Alhasil, cuman nelen ludah aja dah. Justru produk yang paling laris adalah makanan dan minuman. Mengingat ketika itu memang banyak orang yang kelaparan dan kehausan. Hehee..
#23
#23
Komentar