Langsung ke konten utama

Nyatanya Emang Angker ~ Part 3

Detik demi detik berlalu. Menatap indahnya desaku. Asri dan hijaunya lingkungan rumahku. Sawah-sawahan yang terhampar seperti tanah lapang yang ketika awal musim cocok tanam tiba. Burung-burung beterbangan seperti layaknya burung walet. Karena disana memang ada sarang burung walet yang sangat besar dan dihuni oleh ratusan, bahkan ribuan burung walet di desaku itu. Namun semua keindahan itu hilang ketika....

Adikku, Nayla mulai bertingkah aneh, bukan cuman aneh tapi lumayan ngeri buat aku sebagai seorang kakaknya. Ada yang bilang kalo anak kecil itu bisa melihat makhluk ghaib bahkan bisa berkomunikasi dengan mereka, namun dengan komunikasi isyarat saja. Dan aku merasakannya pada adikku ini. Setiap kali diluar rumah, tepatnya diteras, ia banyak bertingkah aneh, seperti tersenyum sendiri ke arah yang disitu nggak ada siapa-siapa. ya ampuun, kok jadi merinding....

Bukan cuman disitu saja, ketika dulu adikku kejedot tembok, langsung cunong gedhe banget, kayak ada benjolan di kepala, tapi gedhe banget. Sontak aku kaget pake banget, sebenarnya kenapa sih adikku ini. Cuman bisa ngeliat sama ndoain aja, nggak bisa berbuat banyak. Tapi masih terbesit pikiran yang cukup aneh buat aku. Apakah mungkin ia diganggu oleh makhluk yang tidak senang dengan keberadaan kami disana?

Lain halnya dengan cerita sepupuku, yap Sekar namanya. Ia merupakan anak dari pakdhe dan budheku yang ada di Malang. Ia sedang berlibur dan main di rumah keluargaku. Awalnya aman-aman saja, tidak ada kejadian apa-apa. Namun lambat laun, muncul kejadian yang cukup aneh buat aku. kejadian ini aku lihat bener-bener dengan mata kepalaku sendiri, walau waktu itu aku masih kecil. Tapi aku masih ingat pake banget kronologi kejadiannya.

Ketika itu adalah malam hari. Seperti biasa ketika malam, memang lampu dinyalakan semuanya, tidak ada yang dimatikan. Namun ketika itu Si Sekar ini tiba-tiba berteriak kencang sekali, sampai membangunkan seisi rumah. Tapi anehnya ketika ia menjerit, lampu seluruh rumah mati. Maksudnya bukan mati lampu, tapi emang dimatiin. Tooh jadi nambah aneh. Padahal setahuku lampu rumah selalu dinyalakan ketika aku tidak tidur, dan akan selalu dinyalain, walau sedang tidur.

Bapakku langsung keluar dan diikuti oleh ibuku, Pakdhe dan budheku juga ikut keluar, melihat apa yang terjadi pada Si Sekar ini. Dan akupun ikut panik :v ikut keluar, dan keadaan benar-benar gelap, lampunya dimatiin gk tau sama siapa, aku cuman ngikutin ibu, nunut dibelakangnya. Dan tara... kemudian lampunya menyala, Si Sekar udah didekapan ibunya. Dan kembali lagi ke kamar. Aku juga balik ke kamar, tapi apa yang sebenarnya terjadi pada Sekar???

Keesokkan harinya Budheku menceritakan kepada ibuku dan bapakku. Kata Sekar, ia melihat seseorang hitam tidak jelas, karena emang gelap. Orang ini matanya merah sedang menelototi Sekar kemudian mengejarnya di ruang tv, sontak saja aku yang mengupingpun kaget. Siapa orang bermata merah malam itu. Setahuku gak pernah ada cerita begituan selama aku tinggal di rumah itu. Budhe juga menceritakan, kok bisa lampunya mati. Ibuku dan bapakku juga gak tau siapa yang matiin, aku juga gak tau siapa yang matiin, pakdhe juga gak tau... terus siapa yang matiin lampu??

Dari kejadian itu aku semakin was-was dengan keadaan malam itu di rumah. Dan sampai sekarang aku belum tau siapa sebenarnya orang bermata merah itu, apakah dia manusia? atau itu hanya mimpi Sekar saja? Entah tidak ada yang tau, dan hanya menjadi cerita keluarga turun temurun.

#14

Komentar