Langsung ke konten utama

Nyatanya Emang Angker ~ Part 5

Malam yang sejuk dan rindang adalah suasana malam yang didamba-dambakan orang-orang sepertiku. Malam merupakan fase waktu yang tenang, hanya suara-suara angin malam dan suara kodok yang menghiasi malam-malam itu. Suara memiliki karakteristik tersendiri, begitu pula suaraku, yang dahulu ketika kecil sangatlah cempreng :v dan sekarang sangatlah berat :v Dan aku nggak tau apa yang harus dilakukan ketika kecil dulu dengan suaraku yang cempreng seperti itu.

Suatu malam di Desa Tunjungseto, ada kejadian yang cukup membuat bulu kudukku berdiri. Kala itu aku masih kecil, lupa umurku berapa. Karena, aku dengar ini dari ibu, bukan secara langsung. Kejadian ini dimulai ketika malam itu ada tetangga yang tidak sengaja melewati depan rumahku. Dia mendengar suara-suara yang sangat ramai dari dalam rumahku. Orang ini berpikir "Palingan Mas Teguh ( bapakku ) sedang menerima banyak tamu, makannya rame banget." Selang beberapa menit kemudian, di lewat depan rumahku lagi, dan dia mendengar suara berisik dan ramai sekali, seakan-akan di rumah itu memang sedang ada orang banyak yang sedang berbicara dan bercerita. Karena orang ini penasaran ia mendekati teras rumahku dan berdiri di depan pintu, karena saking herannya. Setau dia, yang tinggal di rumahku itu orangnya pendiam, dan menjaga adab ketika malam hari.

Sesampainya tepat di depan pintu rumah, Ia tidak mendengar suara apa-apa lagi. Kok bisa? Apa yang terjadi? tiba-tiba saja senyap, dan suara yang rame itu hilang. Karena sudah senyap, kemudian orang tersebut beranjak pergi dan baru beberapa meter dari pintu yang tadi, suara riuh ramai, kembali terdengar. Tanpa basa-basi orang tersebut langsung pergi meninggalkan rumahku.

Ketika keesokkan harinya, orang itu bertemu dengan bapakku. Dia menanyakan kepada Bapakku, "Pak Teguh, tadi malam ada acara apa? Kok ramai sekali?" Sontak saja, bapakku yang mendengar hal itu kaget. "Tadi malam?" tanya bapakku ke tetangga tersebut. "Iya, tadi malam. Saya mendengar suara riuh ramai dari dalam rumah, Bapak.... Emang kenapa, Pak?" tanya orang yang tadi malam mendengar suara ramai itu. "Waduh, tadi malam saya nggak di rumah, Pak. Saya baru pulang tadi pagi, njemput istri sama anak saya di Gombong." jawab bapakku. "Lhaa, nggak mungkin, Pak. Tadi malam itu rame, yakin Pak. Seperti banyak orang yang sedang ngobrol. Masa bapak nggak ngerasa?" lanjut tetangga itu. "Waduh saya nggak tau lagi, kok bisa sih, Pak? Padahal saya benar-benar tidak di rumah tadi malam. Dan tadi malam juga tidak ada seorangpun di rumah saya." terang bapakku. "Astaghfirullah, terus tadi malam yang suara rame di rumah, Mas siapa???"

Setelah kejadian itu, tetanggaku mulai ramai memperbincangkan topik itu, bahkan tersebar dengan cepat hingga satu desa mengetahui. Dan itu benar-benar membuat orang yang mendengarnya merasa ngeri. Saya pastikan kembali bahwa di rumah itu, tidak ada orang, karena bapakku sedang menjemput aku dan ibuku, menginap di rumah Mbah yang berada di Gombong, sehingga tidak mungkin malam itu ada orang di rumah. Dengan adanya suara itu, kemungkinan besar suara itu merupakan suara makhluk lain yang ingin mengganggu dan mempermainkan warga sekitar rumahku. Ngeri :v

#16

Komentar